Senin, September 29, 2008

Gara gara gadis pemijat

Gara gara gadis pemijat


Author Message
sex17
google ruby




Age : 20
Joined : 26 Aug 2007
Posts : 482
Localisation : jakarta

Subject: Gara gara gadis pemijat Wed 29 Aug 2007, 11:42

Namaku Andra, sebut saja Andra **** (edited). Aku kuliah di sebuah PTS di
Bandung sebuah kota metropolis yang gemerlap, yang identik dengan
kehidupan malamnya. Di tengah kuliahku yang padat dan sibuk, aku mempunyai
suatu pengalaman yang tak akan kulupakan pada waktu aku masih semester
satu dan masih berdampak sampai sekarang. Latar belakangku adalah dari
keluarga baik-baik, kami tinggal di sebuah perumahan di kawasan ******
(edited) di Bandung. Sebagai mahasiswa baru aku termasuk aktif mengikuti
kegiatan kemahasiswaan, kebetulan aku menyukai kegiatan outdoor ataupun
alam bebas. Aku memang mewarisi bakat ayahku yang merupakan seorang
pemburu yang handal, hal inilah yang membuat darah petualangku menggelora.



Memasuki pertengahan semester aku mulai kenal dan akrab dengan seorang
cewek, sebut saja namanya Ema. Aku tertarik padanya karena ia orangnya
juga menyukai kegiatan alam bebas, berburu misalnya. Awalnya sih aku agak
heran juga kenapa cewek cantik seperti dia suka "mengokang" senapan yang
notabene berat dan kemudian menguliti binatang hasil buruannya dengan
beringas. Hemmm... kegaranganya bak macan betina inilah yang aku sukai,
aku suka melihat buah dadanya yang menantang dibalut baju pemburu yang
ketat dan kebiasaannya menggigit bibir bawahnya ketika mengokang senapan.
Bibir merah yang seksi itu sering mengundang gairahku. Karena ada
kecocokan, kami akhirnya jadian juga dan resmi pacaran tepatnya pada waktu
akhir semester pertama. Kami berdua termasuk pasangan yang serasi, apa mau
dikata lagi tubuhku yang tinggi tegap dapat mengimbangi parasnya yang
langsing dan padat. Pacaran kami pada awalnya normal-normal saja, yahhh..
sebatas ciuman saja biasa kan? Dan aku melihat bahwa Ema itu orangnya
blak-blakan kok.
_________________








sex17
google ruby




Age : 20
Joined : 26 Aug 2007
Posts : 482
Localisation : jakarta

Subject: Re: Gara gara gadis pemijat Wed 29 Aug 2007, 11:43

Semuanya berubah setelah pengalamanku di sebuah panti pijat. Hari itu
Minggu 12 April 1999 aku masih ingat betul hari itu, aku dan ayahku
berburu di sebuah gunung di daerah Jatiluhur tentu saja setelah berburu
seharian badan terasa capai dan lemah. Malamnya aku memutuskan untuk
mencari sebuah panti pijat di Bandung, dengan mengendarai Land Rover-ku
aku mulai menyusuri kota Bandung. Dan akhirnya tempat itu kutemukan juga,
aku masuk dan langsung menemui seorang gadis di meja depan dan aku
dipersilakan duduk dulu. Tak lama kemudian muncullah seorang gadis yang
berpakaian layaknya baby sitter dengan warna putih ketat dan rok setinggi
lutut. Wuahh... cantik juga dia, dan pasti juga merangsang libidoku.
Dengan ramah ia mempersilakan aku masuk ke ruang pijat, ruangan selebar
4x4 dengan satu ranjang dan sebuah kipas angin menggantung di atasnya.
"Bajunya dibuka dulu ya Bang..." katanya dengan tersenyum manis, "OK
lahh.." sambutku dengan semangat. "Tapi kipasnya jangan dinyalain yah,
dingin nih.." dia pun mengangguk tanda paham akan keinginanku. Kubuka
sweaterku dan aku pun berbaring, aku memang sengaja tidak memakai t-shirt
malam itu. "Celananya sekalian dong Bang," katanya. "Emmm.. Lo yang bukain
deh, males nih.." dia pun tersenyum dan agaknya memahami juga hasratku.
"Ahh.. kamu manja deh," katanya, dengan cekatan tangannya yang mulus dan
lentik itu pun mencopot sabuk di pinggangku kemudian melucuti celanaku.
Wah dia kelihatannya agak nafsu juga melihat tubuhku ketika hanya ber-CD,
terlihat "adik"-ku manis tersembul dengan gagahnya di dalam sarangnya.



"Eh.. ini dicopot sekalian ya? biar enak nanti mijitnya!"

"Wahhh... itu nanti aja deh, nanti malah berdiri lagi," kataku setengah
bercanda.

Lagi-lagi ia menyunggingkan senyum manisnya yang menawan. Kemudian aku
tengkurap, ia mulai memijitku dari punggung atas ke bawah.

"Wah.. pijitanmu enak ya?" pujiku.

"Nanti kamu akan merasakan yang lebih enak lagi," jawabnya.

"Oooh jadi servis plus nih?" tanyaku.

"Mmm... buatmu aku senang melakukannya," pijatannya semakin ke bawah dan
sekarang tangannya sedang menari di pinggangku, wah geli juga nih, dan
kemaluanku pun mulai "bereaksi kimia".

"Eh.. balikkan badan dong!" pintanya.

"Ok.. ok.."

Aku langsung saja berbaring. Tentu saja batanganku yang ereksi berat
terlihat semakin menggunung.

"Wahh.. belum-belum saja sudah ngaceng yaa.." godanya sambil tangannya
memegang kemaluanku dengan jarinya seakan mengukur besarnya.

"Habisnya kamu merangsang sihh.." kataku.

"Nah kalo begitu sekarang waktunya dicopot yah? biar enak itu punyamu, kan
sakit kalau begitu," pintanya.

"OK, copot aja sendiri," aku memang udah nggak tahan lagi, abis udah
ereksi penuh sih.



sex17
google ruby




Age : 20
Joined : 26 Aug 2007
Posts : 482
Localisation : jakarta

Subject: Re: Gara gara gadis pemijat Wed 29 Aug 2007, 11:43

Dengan bersemangat gadis itu memelorotkan CD-ku, tentu saja kemaluanku
yang sudah berdiri tegak dan keras mengacung tepat di mukanya.

"Ck.. ck.. ckk.. besar amat punyamu, berapa kali ini kamu latih tiap
hari," katanya sembari tertawa.

"Ah... emangnya aku suka 'lojon' apa..." jawabku.

Ia menyentuh kepala kemaluanku dengan penuh nafsu, dan mengelusnya. Tentu
saja aku kaget dan keenakan, habis baru pertama kali sih.

"Ahhh.. mau kau apakan adikku?" tanyaku.

"Tenanglah belum waktunya," ia mengelusnya dengan lembut dan merabai juga
kantong zakarku.

"Wah.. hh.. jangan berhenti dulu, aku mau keluar nih," sergahku.

"Haha.. baru digitukan aja udah mau keluar, payah kamu," ledeknya.

"Entar lagi lah, pijitin dulu badanku," kataku.

"OK lah..."

Ia mulai mengambil minyak pijat dan memijat tangan dan dadaku. Wahhh ia
naik dan duduk di perutku. Sialan! belahan dadanya yang putih mulus pun
kelihatan, aku pun terbelalak memandangnya.

"Sialan! montok bener tetekmu," dan tanganku pun mulai gerilya meraba dan
memeganginya, ia pun mengerjap, pijatannya pun otomatis terhenti.



Setelah agak lama aku merabai gunungnya ia pun turun dari perutku, ia
perlahan membuka kancing bajunya sampai turun ke bawah, sambil menatapku
dengan penuh nafsu. Ia sengaja mempermainkan perasaanku dengan agak
perlahan membuka bajunya.

"Cepatlahh.. ke sini, kasihan nih adikku udah menunggu lama..." aku sambil
mengocok sendiri kemaluanku, habis nggak tahan sih.

"Eits... jangan!" ia memegang tanganku.

"Ini bagianku," katanya sambil menuding adikku yang seakan mau meledak.

Tak lama ia kemudian mengambil minyak pijat dan mengoleskan ke kemaluanku.

"Ehmm... ahhh..." aku pun menggelinjang, namun ia tak peduli, malah
tangannya semakin cekatan memainkan kemaluanku.

"Augghh... aku nggak tahan nihhh..."

Kemudian ia mulai menghisapnya seraya tangannya mengelus buah zakarku.

"Aduhhh... arghh.. aku mau keluar nihhh!"

Kemudian kemaluanku berdenyut dengan keras dan akhirnya "Croottt..."
maniku memancar dengan derasnya, ia terus mengocoknya seakan maniku seakan
dihabiskan oleh kocokannya.

"Aahhh..." aku melenguh panjang, badanku semua mengejang. Ia kelihatanya
suka cairanku, ia menjilatinya sampai bersih, aku pun lemas.

"Gimana... enak kan? tapi kamu payah deh baru digituin dikit aja udah
'KO'," godanya.

"Habbiss kamu gitukan sih, siapa tahannn..."

Ia memakluminya dan agaknya tahu kalau aku baru pertama kalinya.

"Tuh kan lemes, punyamu mengkerut lagi," sambil ia memainkan kemaluanku
yang sudah nggak berdaya lagi.

"Entar ya, nanti kukerasin lagi," katanya.

"Hufff... OK lah," kataku pasrah.
_________________








sex17
google ruby




Age : 20
Joined : 26 Aug 2007
Posts : 482
Localisation : jakarta

Subject: Re: Gara gara gadis pemijat Wed 29 Aug 2007, 11:43

Dengan masih menggunakan bra dan CD ia mulai memijatku lagi. Kali ini ia
memijat pahaku dan terkadang ia menjilati kemaluanku yang sudah lemas.

"Ihhh... lucu ya kalau sudah lemes, kecil!" ia mengejekku.

Aku yang merasa di-"KO"-nya diam saja. Sembari ia memijat pahaku, dadanya
yang montok kadang juga menggesek kakiku, wahhh kenyal sekali!

"Kenapa liat-liat, napsu ya ama punyaku?" katanya.

"Wahhh, bisa-bisa adikku terusik lagi nih," jawabku.

Aku sambil mengelus dan mengocok sendiri kemaluanku sembari melihat geliat
gadis itu memijatku.

"Wah dasar tukang coli kamu..." serangnya.

"Biar aja, akan kubuktikan kalo aku mampu bangkit lagi dan meng-'KO'
kamu," kataku dengan semangat.

Benar juga kemaluanku yang tadinya tidur dan lemas lambat laun mulai naik
dan mengeras.

"Tuh.. berdiri lagi," katanya girang.

"Pasti!" kataku.



Aku tidak melewatkan kesempatan itu, segera kuraih tangannya dan aku
segera menindihnya.

"Uhhh.. pelan dikit doong!" katanya.

"Biar aja, habis kamu napsuin sih..." kataku.

Dengan cepat aku melucuti BH dan CD-nya. Sekarang kelihatan semua gunung
kembarnya yang padat berisi dengan puting merahnya serta lubang
kemaluannya yang bagus dan merah. Langsung saja kujilati puncak gunungnya
dengan penuh nafsu, "Emmm.. nikmat, ayo terusin.." desahnya membuatku
berdebar. Kulihat tangannya mulai merabai kemaluannya sendiri sehingga
kelihatan basah sekarang. Tandanya ia mulai bernafsu berat, aku pun
mengambil alih tangannya dan segera menjulurkan lidahku dan kumainkan di
lubang kemaluannya yang lezat. Ia semakin menjadi, desahannya semakin
keras dan geliat tubuhnya bagaikan cacing, "Ahhh... uhhh ayo lah puaskan
aku..." ia pun mulai menggapai batang kemaluanku yang sudah keras, "Ayolah
masukkan!" tanpa basa-basi aku pun menancapkan barangku ke lubang
kemaluannya.

"Slep.. slepp!"

"Arghh... ihhh... ssshhh," ia agak kaget rupanya menerima hujaman pusakaku
yang besar itu.

"Uahhh.. ennakkk..." katanya.



Mulutnya megap-megap kelihatan seperti ikan yang kekurangan air, aku pun
semakin semangat memompanya. Tapi apa yang terjadi karena terlalu
bernafsunya aku tidak bisa mengontrol maniku. "Heggh... hegghh... ahhh,
ehmm... aku mau keluar lagi nihh!" kataku.

"Sshhh... ahhh ah... payah lo, gue tanggung ni... entar donk!"

"Aku sudah tidak tahan lagii..."

Tak lama kemudian batang kemaluanku berdenyut kencang.

"Aaaku keluarrr..." erangku.

"Ehhh... cepat cabut!" sergapnya.

Aku pun mencabut batang kemaluanku dan ia pun segera menghisapnya.

"Ahhh... shhh...!"

"Crot... crottt... crottt" memancar dengan derasnya maniku memenuhi
mulutnya dan berceceran juga di gunung kembarnya yang masih tegang.

"Ugghh..." aku pun langsung tumbang lemas.

"Aduh... gimana sih, aku nanggung nihh... loyo kamu."

Aku sudah tidak bisa berkata lagi, dengan agak sewot ia berdiri.

"Ahhh... kamu menghabiskan cairanku yaaa.. lemes nihh," kataku.

"Udah lahh.. aku pergi," katanya sewot.

"Ya udah sana... thanks ya Sayang..." ia pun berlalu sambil tersenyum.



Pengalaman malam itu seakan telah merubah pandanganku tentang cewek. Aku
berpikir semua cewek adalah penyuka seks dan penyuka akan kemaluan lelaki.
Atas dasar itulah kejadian ini terjadi. Siang itu aku bertemu sama
pacarku.

"Ehhh.. abis ngapain kamu Ndra? kok kelihatanya lemes amat? sakit yah..."
tanyanya.

"Ah nggak kok, kemaren abis berburu sama ayahku," jawabku singkat.

"Ohh.. gitu ya," ia kelihatannya mulai paham.

Memang siang itu mukaku kelihatan kusut, sayu dan acak-acakan. Pokoknya
kelihatan sekali deh kalau orang habis ML jor-joran, tapi kelihatannya
"Yayang"-ku tidak curiga.

"Eh besok hari Rabu kan kita nggak kuliah," katanya.

"Iya memang enggak.." jawabku.

"Kita berenang yuk?" ajaknya.

"Emm... OK jadi!" jawabku mantap.

Yayangku memang hobi berenang sih, jadi ya OK saja deh. Karena hari itu
sudah sore, waktu menunjukkan pukul 04:55, aku segera menggandeng tangan
Ema, "Ayo lah kita pulang, yok kuantar.." dia pun menurut sambil memeluk
tanganku di dadanya.
_________________








sex17
google ruby




Age : 20
Joined : 26 Aug 2007
Posts : 482
Localisation : jakarta

Subject: Re: Gara gara gadis pemijat Wed 29 Aug 2007, 11:44

Malamnya aku tidak bisa tidur, gadis pemijat itu pun masih berputar di
otakku dan tidak mau pergi. Bayangan-bayangan gerakan tangannya yang luwes
serta hisapan kenikmatan yang kurasakan waktu itu tidak bisa dilupakan
begitu saja dari benakku, "Sialan! bikin konak aja luh..." gerutuku. Aku
pun hanya gelisah dan tidak bisa tidur, karena kemaluanku tegang terus.
Aku pun berusaha melupakannya dengan memeluk guling dan berusaha untuk
tidur, tetapi hangat liang kemaluannya mencengkeram kuat pusakaku masih
saja menghantui pikiranku. "Ahhhh...aku nggak tahan nih..." segera kucopot
celana dan CD-ku, kuambil baby oil di meja, aku pun onani ria dengan
nikmatnya, "ahhh..." kugerakkan tanganku seolah menirukan gerakan tangan
gadis itu sambil membayangkan adegan demi adegan kemarin malam itu.
"Huff..." nafasku semakin memburu, gerakan tanganku semakin cepat
dibuatnya. Kurang lebih 5 menit kemudian "Crott!" tumpahlah cairan maniku
membasahi perut dan sprei sekitarku. Aku pun langsung tidur, "Zzz.."



Paginya pukul 07:00 kakak perempuanku masuk ke kamar untuk membangunkanku.
Karena kamarku tidak dikunci, betapa terbelalaknya dia ketika melihat aku
tanpa celana tidur terlentang dan melihat batanganku sudah berdiri dan di
perutku terdapat bekas mani yang mengering.

"Andraaa... apa-apaan kau ini ha!" hardiknya, aku terkejut dan langsung
mengambil selimut untuk menutupi batangan kerasku yang menjulang.

"Eh ... Kakak.. emm..." kataku gugup.

"Kamu ngapain ha...? sudah besar nggak tau malu huh..!"

Au cuek saja, malah aku langsung melepas selimut dan meraih celanaku
sehingga kemaluanku yang tegang tampak lagi oleh kakakku.

"Iiihhh... nggak tau malu, barang gituan dipamerin," ia bergidik.

"Biar aja... yang penting nikmat," jawabku enteng, kakak perempuanku yang
satu ini memang blak-blakan juga sih. Ia menatapnya dengan santai,
kemudian matanya tertuju pada baby oil yang tergeletak di kasurku.

"Sialan... kamu memakai baby oil-ku yah? Dasarrr!"

Ia ngomel-ngomel dan berlalu, aku pun hanya tertawa cekikikan. "Brak!"
terdengar suara pintu dibanting olehnya, "Dasar perempuan! nggak boleh
liat cowok seneng," gerutuku.

Aku pun dengan santainya keluar kamar dan sarapan sebelum mandi, kulihat
kakak perempuanku sedang lihat TV.

"Eh... Kak minta sampoonya dan sabunnya dong!" pintaku.

"Ogah ah... entar kamu buat macam-macam, pokoknya nggak mau," jawabnya
ketus.

"Huhh.. weee!" aku mencibir.



Aku langsung saja mandi dan sarapan. Sekitar pukul 08:00 kustater Land
Rover kesayanganku dan langsung kupacu ke tempat Ema, mungkin ia sudah
menungguku. Benar juga sampai di depan pagar rumahnya ia sudah menungguku
di depan teras rumahnya.

"Haii... kok agak terlambat sih Say?" tanyanya.

"Eh... sori nih trouble dengan kakak perempuan," dalihku.

"OK lah, mari kita berangkat!"

Kami pun langsung tancap menuju tempat tujuan kami yaitu kolam renang di
kawasan Cipanas. Yah, maklum saja itu hari Rabu maka perjalanan kami
lancar karena tidak terjebak macet. Kurang lebih 2 jam perjalanan santai
kami sampai di tempat tersebut.



sex17
google ruby




Age : 20
Joined : 26 Aug 2007
Posts : 482
Localisation : jakarta

Subject: Re: Gara gara gadis pemijat Wed 29 Aug 2007, 11:44

"Eh.. yang sini sajalah, tempatnya enak loh," pintanya.

"Baiklah Sayaang..." kataku.

Kami berdua langsung saja masuk.

"Yang, aku ganti dulu yah... kamu ikut nggak?" ajaknya.

"Yuk, sekalian saja aku juga mau ganti."

Di kolam renang itu paling hanya terdapat segelintir orang yang sedang
berenang, karena tempat itu ramai biasanya pada hari Minggu.

"Emmm... kita ganti baju bersama saja yah? biar asyikk.." katanya.

Aku spontan menganggukkan kepalaku. Di dalam ruang ganti kami pun segera
meletakkan tas kami dan segera melepas baju, Yayangku ganti baju terlebih
dahulu. Ia mencopot dulu kaosnya, Ema memang penyuka kaos ketat dan celana
jins, melihatnya melepas kaosnya aku pun hanya terpaku tak berkedip.

"Kenapa Sayang... ayolah lepas bajumu," katanya sambil tersenyum.

"Habbis... aku suka memandangmu waktu begitu sih," dan dia hanya tertawa
kecil.



Aku pun segera mencopot t-shirtku dan celana panjangku dan cuma CD yang
kutinggalkan. Tanpa ragu-ragu aku pun memelorotkan CD-ku di depan pacarku
karena ingin ganti dengan celana renang, "Wahhh... Yayang ni.." katanya
sedikit terkejut. Rupanya ia agak kaget juga melihat batang kemaluanku
yang setengah ereksi.

"Kok tegang sih Say?" selidiknya manja.

"Habis kamu montok sih.." jawabku seraya memakai celana renang yang super
ketat.

"Wahhh... hemmm," goda pacarku ketika melihat kemaluanku tampak menyembul
besar di balik celana renang itu, dia itu memang asyik orangnya.

"Nahh... aku sudah beres," kataku setelah memakai celana itu.

"Eh.. bantu aku dong!" dia tampaknya kesulitan melepas branya.

"Sini aku lepasin..." kataku.

Kemudian kulepaskan branya. Astaga, sepasang daging montok dan putih
terlihat jelas, hemmm spontan saja batang kemaluanku tegang dibuatnya.

"Ah... sayang, dadamu indah sekali," kataku sambil berbisik di belakang
telinganya.

Langsung saja ia kupeluk dari belakang dan kuciumi telinganya.

"Eeh.. kamu ingin ML di sini yah?" jawabnya sambil memegang tengkukku.



Aku tidak menjawab. Tanganku langsung bergerilya di kedua gunung
kembarnya, kuremas-remas dengan mesra dan kupelintir lembut putingnya yang
masih merah segar, "Ah... Sayang!" desahnya pendek, batang kemaluanku yang
sudah tegak kugesek-gesekkan di pantatnya, wahhh.. nikmat sekali, dia
masih memakai celana sih.

"Aduh... keras sekali, Yayang ngaceng yah..." godanya.

"Dah tau nanya.. hhh," kataku terengah.

Buah dadanya semakin keras saja, rupanya ia mulai terangsang dengan
remasanku dan ciumanku di telinganya.

"Ehhhmm... uhhh," lenguhnya sambil memejamkan mata.

Melihat gelagat tersebut aku menurunkan tanganku ke ritsleting celananya,
kulepas kancingnya dan kupelorotkan ritsletingnya, ia agaknya masih agak
ragu juga, terbukti dengan memegang tanganku berupaya menahan gerakan
tanganku yang semakin nakal di daerah selangkanganya. Tetapi dengan
ciumanku yang membabi buta di daerah tengkuknya dan remasanku yang semakin
mesra, akhirnya tanganku dilepasnya, kelihatannya ia sudah terangsang
berat. Tanpa basa-basi tanganku langsung menelusup ke CD-nya. Wahh...
terasa bulu-bulu halus menumbuhi sekitar liang kemaluannya. Kuraba
klitorisnya, "Aghhh... oouhh.. sayang kamu nakal deh," dengusnya sambil
mengerjap. Ia langsung membalikkan tubuhnya, memelukku erat dan meraih
bibirku, "Cupppp..." wah ia lihai juga melakukan French Kiss. Dengan penuh
nafsu ia melahap bibirku. Cewekku yang satu ini memang binal seperti singa
betina kalau sudah terangsang berat.
_________________








sex17
google ruby




Age : 20
Joined : 26 Aug 2007
Posts : 482
Localisation : jakarta

Subject: Re: Gara gara gadis pemijat Wed 29 Aug 2007, 11:45

Agak lama kami ber-French Kiss ria, perlahan ia mulai menurunkan kepalanya
dan ganti memangsa leherku, "Aahhh... geli sayang," kataku. Rupanya debar
jantungku yang menggelegar tak dirasakan olehnya. ia langsung mendorongku
ke tembok, dan ia pun menciumi dadaku yang bidang dan berbulu tipis itu.
"Wah... dadamu seksi yah..." katanya bernafsu. Menjulurlah lidahnya
menjilati dadaku "Slurrppp..." jilatan yang cepat dan teratur tersebut tak
kuasa menahan adikku kecil yang agak menyembul keluar di balik celana
renangku. Jilatannya semakin lama semakin turun dan akhirnya sampai ke
pusarku. Tangan pacarku kemudian merabai batang kemaluanku yang sudah
keras sekali. Aku pun sangat bernafsu sekali karena mengingatkanku pada
gadis panti pijat yang merabai lembut kemaluanku. "Ahhh.. Sayang..."
desahku tertahan. Dengan cekatan ia memelorotkan celana renangku yang baru
saja kupakai, alhasil batanganku yang keras dan panjang pun mendongak
gagah di depan mukanya.

"Ihh... gila punyamu Sayang..." katanya.

"Ema... hisap dong Sayang!" pintaku.

Ia agak ragu melakukan itu, maklum ia masih virgin sih. Ia belum menuruti
permintaanku, ia hanya mengocok pelan namun gerakan kocokannya pun masih
kaku, sangat berbeda dengan gadis pemijat tempo hari.

"Ssshhh... uahhh..." aku pun mendesah panjang menahan kenikmatanku.

"Sss... sayang hisap dong!"

Aku pun menarik kepalanya dan mendekatkan bibirnya yang mungil ke kepala
kemaluanku, sekali lagi ia agak ragu membuka mulut.

"Aah... nggak mau Say, mana muat di mulutku..." jawabnya ragu.

"Egh... tenang saja sayang, pelan-pelan lah,"



Dia agaknya memahami gejolakku yang tak tertahan. Akhirnya ia memegang
batanganku dan menjulurkan lidahnya yang mungil menjilati kepala
kemaluanku.

"Slurpp... slurpp..." sejuk rasanya.

"Mmhhh... ahh, nah begitu Sayang... ayo teruss... ahh ssshh, buka mulutmu
sayang."

Ia masih saja menjilati kepala dan leher kemaluanku yang mengacung
menantang langit, lama-lama ia pandai juga menyenangkan lelaki, jilatannya
semakin berani dan menjalar ke kantong semarku. "Ih... bau nih sayang..
tadi nggak mandi ya?" katanya menggoda ketika menjilati buah zakarku yang
ditumbuhi bulu-bulu halus, aku memang merawat khusus adikku yang satu ini.
"Ihh.. nggak lah sayang, kan yang penting nikmat," kataku tertahan. Mulut
mungil Ema perlahan membuka, aku pun membimbing batang kemluanku masuk ke
mulutnya. "Mmhh.. eghh..." terdengar suara itu dari mulut Ema ketika
batangku masuk, tampaknya ia menikmatinya. Ia pun mulai menghisapnya
dengan bernafsu.

"Slerpp.. cep.."

"Ahhh... mmmm.. oohhh..." desahku penuh kenikmatan.

"Mmmhh... sayang, nikmatttt sekali..." gumamku tidak jelas.

Setelah agak lama, aku pun menarik kemaluanku dari mulut Ema. Segera
kubopong tubuhnya ke bangku panjang di dalam ruang ganti. Kurebahkan
badannya yang lencir dan montok di sana, dengan keadaan pusakaku yang
masih mengacung, kupelorotkan celana jins Ema dengan penuh nafsu,
"Syuutt..." dan tak lupa CD-nya. Ia pun tampaknya pasrah dan menikmatinya
karena tangannya merabai sendiri puting susunya.



Kemudian tampaklah lubang kemaluannya yang merah dan basah, aku pun segera
mendekatkan kepalaku dan... "Slurp," lidahku kujulurkan ke klitorisnya.

"Hemmm... slurp..."

"Aachhh... uhhh!" desahnya panjang menahan kenikmatan yang dirasakan
tarian lidahku di kemaluannya yang sangat lincah, makanya Ema mati
keenakan dibuatnya.

"Sssh... sshhss..." desisnya bagaikan ular kobra.

"Andraaa... aku nggak tahan lagiii..." ia menggeliat tak karuan.

"Akuuu... nyampai nihhh..."

Jilatanku semakin kupercepat dan kutambah ciuman mesra ke bibir
kemaluannya yang harum, "Cup... cupp," kelihatannya ia hampir mencapai
puncak karena kemaluannya memerah dan banjir.

"Sshh... aahh... oohhh Yaangg... aku keluarrr..." erangnya menahan
kenikmatan yang luar biasa.

Benar juga cairan kemaluannya membanjir menebar bau yang khas. Hemm enak,
aku masih saja menjilatinya dengan penuh nafsu.

"Aduhhh... hhh... Sayang, aku udah nihh..." katanya lemas.

"Ma, aku masih konak nih..." kataku meminta.

Langsung saja tanganku ditariknya dan mendudukkanku di atas perutnya,
batang kemaluanku yang masih tegang menantang belum mendapat jatahnya.
Langsung saja Ema mengambil lotion "Tabir Surya" dan mengolesinya ke
batang kemaluanku dan ke dadanya yang montok, dan ia segera mengapitkan
kedua gunung geulis-nya agar merapat. Ia mengambil lagi lotion itu, dan
mengusapkan ke kemaluanku, "Ahhhh..." aku pun hanya merem-melek. Kemudian
ia menarik batang kemaluanku di antara jepitan gunung kembarnya. Wahh...
nikmat juga rasanya, aku pun memaju-mundurkan pantatku layaknya orang yang
sedang bersetubuh.



sex17
google ruby




Age : 20
Joined : 26 Aug 2007
Posts : 482
Localisation : jakarta

Subject: Re: Gara gara gadis pemijat Wed 29 Aug 2007, 11:45

"Bagaimana rasanya sayang..." tanyanya manja dan memandangku sinis.

"Aahhh... mmmm... ssss nikmat sayang..." ia pun tertawa kecil.

Ia merapatkan lagi gunungnya sehingga rasanya semakin nikmat saja.

"Uuahhh... nikkmattt sayangg...!" erangku.

Ia hanya tersenyum melihat mukaku yang merah dan terengah menahan nikmat.

"Rasain... habis kamu nakal sih..." katanya.

"Tapi lebih... nikmat memekmu sayang."

"Hush..." katanya.

Gerakanku semakin cepat, aku ingin segera mencapai puncak yang nikmat.

"Uuhhh... uhhh... mmm... arghh..." erangku tertahan.

Tak lama aku merasa hampir keluar.

"Sayy... aku hampir nyampe nihh..." desahku.

"Keluarin aja Ndra... pasti nikmatt..."

Tak lama batang kemaluanku berdenyut dan...

"Crottt... crutt..."

"Uuahhh... hemmm... ssshh!" nikmat sekali rasanya.

Spermaku memancar dengan deras dan banyak.

"Ooohh..." gumamku.

Spermaku memancar membasahi leher Ema yang jenjang dan mengena juga
janggut dan bibirnya.

"Ihhh... baunya aneh ya.."



Ia mencoba membersihkan cairan kental itu dengan tangannya, aku pun turun
dari atas tubuhnya. "Aahhh... nikmat Sayang..." tapi dalam hatiku aku
belum puas jika belum menjebol liang kemaluan Ema. Ema pun segera
membersihkan maniku yang belepotan.

"Iihhh... kok kayak gini sih?" tanyanya penuh selidik.

"Itu namanya cairan kenikmatan sayang..." jawabku enteng.

"Ooo..." katanya pura-pura tahu.

"Habis bercinta enaknya berenang yuk?" ajaknya.

"OK," kataku.

Ema pun segera berpakaian renang dan aku juga. Setelah siap kami pun
keluar kamar, wah ternyata di luar sepi sudah tidak ada orang lagi,
padahal masih menunjukkan pukul 2:00 siang. Ternyata lama juga kami
bercinta. "Byurrr..." kami berdua pun mencebur dan berenang, aku yang
sudah terkuras kejantanannya semenjak kemarin malam segera ketepi dan
hanya melihat Ema berenang. Gerakan renangnya yang bagai ikan duyung,
dibalut baju renangnya yang seksi serta kulitnya yang putih mulus,
membangkitkan lagi gairahku. Terbesit di pikiranku untuk bercinta di kolam
renang, kebetulan tidak ada orang dan petugas jaganya jauh.

"Ema sini sayang...!" panggilku.

"OK... ada apa Ndra?"

Ia berenang mendekat ke arahku, aku pun masuk ke air, aku langsung
memeluknya dan mencium bibirnya dengan ganas.

"Kamu membuatku nggak tahan sayang..." kataku.
_________________








sex17
google ruby




Age : 20
Joined : 26 Aug 2007
Posts : 482
Localisation : jakarta

Subject: Re: Gara gara gadis pemijat Wed 29 Aug 2007, 11:45

Untung saja kolam renangnya tidak dalam sehingga bisa enak kami bercinta.
"Ughhh..." desahnya agak terkejut, ia pun membalas ciumanku. Aku tidak
melucuti pakaian renangnya, aku cuma menyibakkan sedikit cawat bawahnya
sehingga liang kemaluannya kelihatan. Uhhh, kelihatan menggairahkan sekali
kemaluannya di dalam air yang jernih itu. Dengan ganas aku menciumi
bibirnya yang basah serta meremas lembut dadanya yang terbalut baju renang
yang tipis itu. Ema kelihatan sangat cantik dan segar dengan badan dan
rambut yang basah terurai.

"Ahhh... sayang... nanti kelihatan orang," katanya khawatir.

"Tenang Sayang... tak ada yang melihat kita begini..." kataku.

"Baiklah... Ndra kubuat kamu 'KO' di kolam," tantangnya.

Ia langsung memelorotkan celana renangku, batang kemaluanku yang sudah
tegang pun menyembul dan kelihatan asyik di dalam air. Ema mengocok
kemaluanku di dalam air. "Mmm..." geli dan sejuk rasanya. Tanpa menunggu
lama lagi aku ingin memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya.

"Ema... kumasukin yah?"

Ema pun tanpa ragu menganggukkan kepala tanda setuju.

"Baik Sayang..."

Kudekap erat tubuhnya agar dekat, ternyata Ema sudah membimbing batang
kemaluanku masuk ke lubang kemaluannya.

"Argghh..." ia menyeringai ketika kepala kemaluanku menyentuh bibir
kemaluannya.

Aku pun segera mengangkat Ema ke pinggir kolam dan kubaringkan dia,
kutekuk lututnya sehingga lubang kemaluannya kelihatan menganga.

"Siap Sayang..."

Aku mulai memasukkan sedikit.

"Uhhhh..." padahal baru kepalanya saja yang masuk.

"Aahhh.. Sayang, punyamu terlalu besarr..."

Aku pun segera menekan lagi dan akhirnya "Blesss..." seluruhnya bisa
masuk.

"Uhhh... ahhh... mmmhhh," erangnya menahan gesekanku.

"Sshhh... ssss, enak kan Sayyy..." kataku terengah.

"Huuff... uhhh... ayoo terus Ssayy... ennnakk..."



Terdengar bunyi yang tak asing lagi, "Crep.. crepp... sslepp..." asyik
kedengarannya, aku semakin giat memompanya. Kemudian aku ingin ganti
posisi, aku suruh Ema menungging.

"Ayolah Sayang... puaskan aku..."

Ia pun menungging dengan seksinya, terlihat lubang kemaluannya merekah,
menarik untuk ditusuk. "Sleppp..." batang kemaluanku kumasukkan.

"Ahhh.. ssss... ahhh..." desahnya penuh kenikmatan.

Nafasnya semakin memburu.

"Huff... ehhh... mmm..." aku terengah.

Kupercepat gerakanku, "Slep... slep.. slep.. slep..."

"Ahhh... Ssayangg... bentar lagi aku nyampe nihh..." kataku terburu.

"Aakuu... jugaa..."

Himpitan liang kemaluan Ema yang kencang dan basah membuat maniku tak
kuasa lagi untuk keluar, dan akhirnya Ema pun mencapai puncaknya.

"Ooohhh... akuu lagi Sayanggg..."

Cairan kemaluannya pun membanjir, hal ini semakin membuatku juga tidak
tahan.

"Aaahhh... aku juga Sayangg!" erangku penuh kenikmatan.

"Cepat cabut... keluarin di luarr...!" sergahnya.

Dengan cepat segera kucabut kemaluanku, Ema pun tanggap ia pun memegangnya
dan mengocoknya dengan cepat.

"Aauuhhh! nikmattt!"

"Crut..." spermaku pun keluar.

"Eerghhh... ahh..." tapi sedikit, maklum terforsir.

"Aahh... kok sedikit Sayanggg..." katanya meledek.

"Eemmhh... ah... habis nih cairanku..."

Aku pun lemah tak berdaya dan ia pun berbaring di pangkuanku. Aku mengelus
rambutnya yang basah, kukecup keningnya, "Cup! I love you Sayang..."



Sejak itulah kami sering melakukannya, baik di mobil maupun pada di sebuah
gubuk di hutan kala kami berburu bersama. Dalam hatiku aku berkata, gadis
pemijatlah yang membuatku jadi begini, membuatku menjadi begini, membuatku
menjadi "bercinta". Yah...!



Gara gara gadis pemijat

Tidak ada komentar: