Sabtu, Oktober 04, 2008

Aku Maniak Masturbasi

Aku Maniak Masturbasi





Saat ini aku berumur 18 tahun. Aku sekolah di sebuah SMU di sebuah kota
besar di Jawa Timur. Aku kesulitan menguraikan bentuk tubuhku. Ceritaku
ini bukan khayalan, tetapi benar-benar terjadi.

Aku termasuk cewek yang cukup terkenal di sekolah. Aku bersama temen-temen
cewek yang lain membuat geng. Aku suka sekali menggoda cowok-cowok cakep
di sekolah. Aku bersama gengku bertaruh mendapatkan cowok-cowok itu.
Aturan mainnya : Harus ada cowok sejumlah gengku (4 org). Nah, aku dan
gengku berebut siapa yang paling cepat bisa pacaran. Yang dapat cowoknya
paling lambat, dia akan ‘diperkosa’ oleh anggota geng yang lain. Biasanya
anak-anak melakukannya di rumahku, karena aku memang punya rumah sendiri.
Aku sudah melakukan taruhan itu berkali-kali. Cowok cakep di sekolahku
banyakkkk sekali. Mereka rata-rata bawa mobil ke sekolah. Mobilnya minimal
BMW 318i.

Aku ingin menceritakan salah satu taruhan, kebetulan aku yang jadi korban.
Aku sebenarnya bisa saja dapat, tapi saat itu aku nggak mood, jadinya
kalah.
Ada 4 cowok di sekolah. Seperti biasa gengku mengajak aku taruhan. Iya
deh, aku mau. Soalnya kalau nggak mau, berarti langsung jadi korban. Aku
mendekati salah satu cowok. Dia cukup terkenal. Mobilnya saat itu VW New
Bettle. Aku mulai telp-telp dia. Aku kasih no hpku. Tapi dasar nggak mood,
akhirnya aku mulai malas telp dia. Akhirnya aku kalah. Sesuai kesepakatan,
yang kalah diperkosa. Aku terpaksa menurutinya.

Sepulang sekolah, kami berempat langsung pulang ke rumahku. Anak-anak
sudah tau tempat penyimpanan barang-barang seksku. Mereka buka lemari
rahasiaku. Di dalamnya aku simpan 2 vibrator, beberapa meter tali, sebuah
cambuk yang cukup lembut, beberapa rantai, VCD bf kebanyakan tentang
masturbasi dan bdsm, dan pelicin.
Mereka mulai menutup mataku dan mulutku.

Mereka melilitkan tali dari belakang leherku menurun ke atas payudara lalu
melilitkan tali itu memutari punggung dan sampai di bawah payudara, lalu
mereka menariknya dengan kencang sehingga payudaraku tertekan sehingga
muncul ke depan. Salah satu menghisap puting sehingga keluar dan mengeras.
Lalu dari payudara tali itu diikatkan ke perutku sebanyak 2x lalu turun ke
selangkangan dan diikat secara vertikal melewati vagina ke payudaraku.
Jadi tali itu dari vagina juga mampir ke payudara sehingga apabila aku
menggerakkan tubuh atasku, tali di vagina akan tertarik sehingga
menimbulkan gesekan di klistoris.

Klistorisku sangat dekat dengan bibir vagina, sehingga dalam keadaan
normalpun klistoris itu mudah dicapai dengan tangan, bahkan pernah di
sekolah aku orgasme saat pelajaran karena saat itu klistorisnya sangat
sensitif sehingga waktu duduk klistoris itu bergesekan dengan celana
dalamku, dan aku sengaja menggoyang pinggulku pelan-pelan sampai orgasme.
Saat orgasme itu aku tidak bersuara, hanya memejamkan mata dan menggigit
bibirku. Untungnya klistorisnya cepat kembali ke dalam vaginaku. Kembali
ke cerita, dalam keadaan mata tertutup, aku dibawa ke tempat jemuran di
atas. Tempat jemuran itu sangat panas karena tidak ada pohon satupun. Yang
ada hanya tiang untuk jemuran. Mereka mengikat tanganku di tiang itu lalu
dalam posisi telentang kakiku juga diikat di tiang yang lain.

Aku dilumuri minyak goreng di sekujur tubuhku. Setelah itu mereka turun ke
lantai bawah. Rupanya mereka menonton BF. Aku bisa mendengar suaranya
karena mereka menyetelnya sangat keras. Aku dibiarkan terjemur cukup lama.
Rasanya sangat panas. Tubuhku berkeringat bercampur minyak. Aku
membayangkan diperkosa banyak orang, sambil mendengarkan desahan dari
film. Aku bisa memompa vaginaku membayangkan ada penis yang masuk. Aku
memompanya sambil membayangkan aku diperkosa diatas gedung bangunan. Aku
diperkosa oleh buruh-buruh bangunan. Payudaraku sudah keras sekali, tapi
aku sangat tersiksa karena tidak bisa memainkannya karena tanganku terikat
ke atas.

Aku hanya memompa vaginaku sambil berharap mereka segera naik dan
memainkanku. Aku memompa terus sampai akhirnya aku orgasme. Vaginaku
sangat basah. Lendirnya terasa mengalir di selangkangan. Setelah kira-kira
satu jam, mereka naik ke atas. Ada temanku yang bilang “Wah Lisa wis
orgasme ya… Tuh dari vaginanya keluar lendir sampai ke pahanya.” Mereka
membuka ikatan di mulutku, tapi mataku tetap diikat. Mereka segera
memasukkan vibrator ke vaginaku. “Akhhhh, enak sekali, buat aku orgasme
lagi yaa…” Pintaku kepada mereka. Mereka tidak menjawab, tapi hanya
mengocok vibrator sambil diputar-putar. Enak sekali rasanya. Temanku yang
lain menjilat tubuhku, dan yang lain lagi menghisap puting susuku.
“Akhhhhhh… Teruskan…” Aku tidak bisa melihat mereka, tapi aku bisa
mendengar desahan mereka berganti-gantian dengan desahanku. Mungkin mereka
juga saling memasukkan vibrator ke vagina yang lain.

Aku dengar salah satu temanku berteriak “Aku mau sampaiiiiii”… Saat
itupun yang lain juga berkata “Lisa ayo kita orgasme bareng-bareng”.
Mereka semakin menghisap dan mengocok vibrator semakin kuat..
Akhirnya…”AKHHHHHH!!! FUCK U ALL!!!” Aku orgasme yang kedua. Mereka juga
mendesah keras…Mereka orgasme semua.Lalu mereka membuka ikatan di
mataku. Aku melihat tubuhku gosong karena dijemur selama 1,5 jam pada jam
2 siang. Keringat membasahi seluruh tubuhku. Tidak berbeda dengan mandi.
Mereka membiarkan aku terikat di tiang jemuran. Lalu aku disuruh melihat
mereka masturbasi. Mereka memuaskan dirinya sendiri, dan aku hanya bisa
melihat keliaran tubuh mereka dan desahan. Saat mereka akan orgasme,
mereka menghisap vagina teman yang lain, sehingga adegan itu menjadi
sangat panas. Mereka berteriak kenikmatan. Akhhhhhh uhhhhhhh…. Mereka
orgasme.

Salah satu dari mereka turun ke bawah lalu mengambil air dan menyiramkan
ke tubuhku. Lalu mereka menuangkan susu cair di payudaraku, di perutku dan
di vaginaku. Ketiganya menghisap di tiap tempat. Aku bergoyang-goyang liar
karena sangat enak. Payudaraku dijilati, kadang dihisap dan digigit.
Vaginaku dihisap, dimasuki vibrator, lalu dihisap lagi. Goyangan liarku
segera berakhir karena dengan cepat aku orgasme yang ketiga. Aku membuang
tubuh bagian bawahku keras-keras karena kenikmatan ini yang paling enak
dibandingkan dengan orgasme sebelumnya. Setelah itu mereka segera membuka
ikatan tanganku dan memeluk aku lalu menciumku, lalu kami sama-sama turun.

Di kamarku, kami minum-minum bir. Kami berpesta sambil telanjang. Aku
kalau di rumah memang tidak suka memakai baju karena panas. Paling hanya
bh dan celana dalam saja. Kami menonton film Aika Miura dalam Slave
Hunter. Sampai pada adegan Aika diperkosa di dapur, aku sudah cukup
terangsang. Aku memasukkan jariku ke vaginaku sambil payudaraku dihisap
teman yang lain. Gesekan demi gesekan dan akhirnya hanya dalam 2 menit aku
orgasme. Pada saat hampir orgasme, aku menyuruh temanku untuk menghisap
vaginaku. Akhhhh, aku berteriak panjang karena hisapannya sangat kuat.
Akhirnya aku sangat lemas sekali. Setelah menonton Aika, mereka pulang.
Sebelum pulang, seperti biasa mereka pamit dengan cara geng kami. Gengku
membuat cara yang unik kalau mau pamit. Anak yang mau pamit harus
membiarkan vaginanya dihisap oleh yang dipamiti. Setelah melaksanakan hal
itu, mereka segera pulang.

Aku sangat lelah. Aku segera tidur. Hari itu berakhir dengan kenikmatan
orgasme 4x. Tubuhku juga penuh bekas tali. Bagiku sex adalah segalanya.
Aku lebih baik tidak makan daripada tidak masturbasi sekali saja. Hampir
tiap pagi sebelum pergi ke sekolah, aku selalu masturbasi. Kadang-kadang
kalau nafsuku sedang puncak-puncaknya, aku bisa masturbasi di kamar mandi
sekolah, hanya saja tidak pakai vibrator, karena kalau ada razia bisa
berbahaya. Aku meskipun suka sex, tapi aku belum pernah main dengan cowok.
Aku kurang suka bermain dengan lawan jenis dengan cara-cara yang biasa.
Aku lebih suka diikat. Aku bisa membayangkan bermacam-macam hal dengan
diikat.

Besok paginya di sekolah kami janjian akan kembali ke sekolah sore hari
untuk menonton cowok-cowok basket. Sepulang sekolah, aku pulang dulu
mengambil baju. Aku memakai baju yang lumayan sexy. Bajunya berbentuk
t-shirt, tetapi di bagian dada terbelah kira-kira beberapa centi dari
payudara, sehingga kalau dipakai belahan itu akan terbuka dan
memperlihatkan belahan dada sedikit. Tshirt itu panjangnya hanya sampai
2cm di atas pusar. Sehingga perutku terlihat sedikit, apalagi kalau aku
mengangkat tangan perutku bisa terlihat semua. Bawahannya aku memakai rok
lentur ketat 10cm di atas lutut. Penampilanku cukup bagus.

Sampai di sekolah, anak-anak cowok melihat aku kayak melihat orang
telanjang. Mereka terheran-heran. Lisa sexy banget hari ini, mungkin
begitu pikiran mereka. Aku duduk di tribun menonton mereka main basket.
Lalu aku dan gengku turun ke lapangan ikut main. Pada waktu aku
melompat-lompat, semua mata melihat aku. Aku memang sengaja pamer kepada
mereka agar mereka semakin naksir. Perutku benar-benar terlihat. Kadang
saat aku jatuh, celana dalamku terlihat. Aku senang kalau jadi pusat
perhatian.

Suatu saat pada waktu olahraga, aku tidak sadar kalau ada bola melayang ke
payudaraku. Begitu terkena bola, rasanya mau pingsan. Sakit sekali. Aku
langsung jatuh telentang. Aku hanya ingat dadaku sesak dan kaos olahragaku
saat aku telentang terbuka sampai hampir ke bh. Perutku bisa dilihat semua
orang, bahkan saat itu ada tamu sekolah. Begitu ganti pakaian aku lihat
buah dadaku berwarna merah.Kembali ke cerita.
Setelah sampai rumah, aku segera membuka bajuku. Aku hanya memakai bh dan
celana dalam. Lalu aku menyetel CD house sambil goyang-goyang. Setelah
cukup lelah, aku ke kamar lalu tidur.

Tengah malam satu teman gengku tiba-tiba muncul di depanku. Aku kaget
bukan main saat itu. Memang, tiap temanku aku kasih satu kunci rumah agar
aku tidak repot membuka pintu karena aku kadang telanjang.
Aku bertanya kenapa, rupanya dia sedang horny saat ini. Dia membawa
vibrator sendiri lalu meminta aku menyiksanya. Aku dengan senang hati
menurutinya. Aku segera mengambil rantai lalu mengikatnya di kamar lain
dengan AC aku setel maksimum. Aku ingin dia kedinginan lalu memohon agar
dipanaskan. Aku ikat dia di tiang ranjang. Aku mengambil ulat bulu di
depan. Dia berteriak-teriak agar tidak diberi ulat.

Tapi teriakan sekeras apapun tidak akan terdengar karena kamar itu
terletak di tengah rumah. Aku menaruh ulat itu di perutnya. Aku membiarkan
ulat itu berjalan ke buah dadanya. Ulat itu berjalan melewati samping
puting susunya. Dia hanya bisa mengangkat kepalanya sambil mengigit
bibirnya. Wajahnya sangat cantik saat itu. Setelah ulat itu berjalan
sampai di pundaknya, aku segera membuang ulat itu. Beberapa lama kemudian
di bekas jalan ulat itu, berbekas merah-merah gatal. Dia memohon agar
digaruk, tetapi aku tidak mau. Aku ingin dia tersiksa sesuai permintaanya.
Aku mengambil vibrator lalu mencelupnya dalam minyak goreng lalu
memasukkan ke vaginanya. Aku setel di posisi High. Anak itu menggelinjang
kenikmatan saat vibrator itu memainkan klistorisnya dan aku menghisap
putingnya sementara tanganku memainkan puting yang satunya.

Beberapa saat kemudian dia mengangkat bagian bawahnya lalu berteriak
kenikmatan karena orgasme. Aku memasang webcam lalu merekamnya.Aku menaruh
vibrator di vaginanya lalu aku tinggal tidur. Aku tidak tahu apa yang
terjadi pada dirinya. Besok aku akan lihat lewat file mpg.
Besok paginya, aku lihat dia tertidur dengan posisi tangan terangkat ke
atas dirantai pada tiang ranjang dan vibrator sudah mati karena kehabisan
tenaga.
Aku membangunkannya dan menyuruh dia mandi lalu kami ke sekolah
bersama-sama.

Beberapa bulan kemudian saat tahun ajaran baru, aku melakukan taruhan
lagi. Ada anak baru yang lumayan cakep. Siapa yang bisa dapat dia, boleh
memilih mau memperkosa salah satu teman yang kalah yang lain. Karena anak
itu sangat cakep, lebih cakep daripada yang pertama tadi, aku lebih
bergairah. Aku telp tiap malam. Suatu saat aku janjian akan pergi
jalan-jalan. Setelah tiba harinya, aku segera berdandan. Aku memakai baju
sexy yang lain. Modelnya kaos pendek hanya menutupi bagian payudara. Lalu
aku gabung dengan tshirt hitam transparan yang aku ikat depannya. Sehingga
samar-samar perut dan punggungku terlihat.

Aku memakai celana panjang yang agak turun, sehingga celana dalamku
terlihat sedikit. Aku memakai celana panjang hitam dan aku ikat tali merah
di atas karet celana itu. Tali itu terlihat jelas dari luar. Aku
jalan-jalan dengan dia. Aku ajak pacaran. Pada saat akan mengajak pacaran,
aku duduk agak maju dan tunduk sehingga belahan dadaku terlihat. Saat itu
dia tidak bisa berkata apa-apa. Matanya bingung memandang wajah atau dada.
Anak itu juga suka sex. Hanya aku minta dia berjanji tidak akan main
dengan aku. Dia juga agak maniak. Akhirnya setelah hari itu, aku jadi
dengan dia. Teman-temanku kalah semua. Sesuai taruhan, aku memilih salah
seorang dari mereka. Sepulang sekolah, aku ajak teman cewekku ke rumah
bersama cowok mainanku itu.

Aku suruh si cowok menunggu di depan sementara aku dan temanku masuk ke
kamar. Aku tutup mulutnya dengan kain lalu aku buka semua pakaiannya
sampai telanjang bulat dan aku ikat tangannya ke belakang, lalu ikatan itu
aku ikatkan di payudaranya sampai kuat sehingga payudaranya mencuat. Lalu
aku menyuruhnya jalan keluar menemui cowokku. Betapa kagetnya dia melihat
teman cewekku itu berpose seperti itu. Aku lihat penisnya sangat tegang.
Dia bilang kalau tubuh teman cewekku itu sangat bagus. Tapi aku tidak
ijinkan dia memasukkan penisnya di vagina gengku. Meraba, tapi tidak
memasukkan. Aku suruh dia menjilat payudara teman cewekku.

Aku lihat wajah teman cewekku sangat hot. Matanya terpejam sambil mendesah
pelan. Tangan si cowok meraba bagian vaginanya. Aku cukup on juga saat
itu. Lalu aku buka celana si cowok. Aku hisap penisnya dan aku kocok. Aku
suruh si cowok memasukkan jari yang lain ke vaginaku. Aku kocok dan dia
mengocok jarinya terus sambil menghisap payudara dan mengocok vagina
temenku. Tidak lama dia langsung orgasme. Aku telan spermanya. Saat itu
pertama kali aku memegang dan menghisap penis dan menelan spermanya.
Kemudian teman cewekku orgasme. Aku suruh dia mengikat aku dan mengikat
teman cewekku. Lalu dia aku suruh mencambuki kami.

Dalam posisi menungging, aku dicambuk punggung, dan pantatku. Kemudian aku
suruh teman cewekku menungging di depanku lalu aku menghisap vaginanya. Si
cowok juga menghisap vaginaku. Dia memasukkan vibrator di vaginaku lalu
mengocoknya sekuat tenanga. Akkh akh akh akh akh. Sambil dia mengocok
vibrator dia juga mencambuki aku dan menuang lilin panas di punggungku dan
punggung teman cewekku. Aku berteriak dan menggeliat saat cairan itu
menetes di punggungku. Aku sangat terangsang saat itu. Akhirnya saat aku
akan orgasme dia memasukkan penisnya dan mengocoknya di dalam vaginaku.

Aku tidak bisa menolak karena sudah tidak tahu lagi. Beberapa kocokan
akhirnya aku menjepit penisnya dan aku merasakan getaran hebat dari
vaginaku menuju ke seluruh tubuhku. Aku menjerit sekuat tenaga. Dia segera
mengeluarkan penisnya lalu mengocoknya sambil menyemprotkan spermanya yang
tinggal sendikit di perutku lalu meratakan sperma itu ke sekujur tubuhku.
Teman cewekku memohon agar dibuat orgasme karena aku tidak bisa merangsang
dia saat itu. Teman cowokku segera memasukkan vibrator ke vaginanya dan
menyuruh dia menghisap penisnya. Aku lihat wajah cowok itu menahan
kenikmatan. Beberapa saat kemudian keduanya orgasme. Dia melepas tali-tali
dan membiarkan kami tidur karena kecapaian.

Suatu saat aku dan gengku berencana ingin memperkosa dan menyiksa cowokku
itu. Setelah direncanakan, kami segera melaksanakannya.

Aku menyuruh orang lain agar menculik si cowok sepulang sekolah. Di dalam
perjalanan, dia ditutup matanya dengan kain. Setelah sampai rumah, teman
cewekku mengikat lehernya agar dia tidak bisa bergerak. Teman yang lain
mengancam akan menusuk dia dengan pisau kalau melawan. Kami semua tidak
ada yang mengeluarkan suara, karena pasti ketahuan.

Dia aku ikat di taman belakang dengan posisi terlentang. Aku menghisap
penisnya sampai tegang lalu teman yang lain mencambuk dia. Aku sudah tidak
tahan. Aku buka celanaku lalu aku duduk di atas penisnya lalu aku
memasukkan ke dalam vaginaku. Sambil naik turun tanganku memainkan
payudaraku sendiri. Aku menggeliat liar. Teman yang lain menghisap susunya
dan mencambuki dia. Lalu aku menjepit penisnya kuat-kuat lalu mengocoknya
dengan vaginaku. Aku berteriak karena orgasme. Saat itu dia tahu kalau
yang memperkosanya adalah aku. Lalu aku mengocok penisnya dengan tangan.
Pada saat dia akan orgasme, aku menghentikan kocokan. Lalu ketika dia agak
turun, temanku yang lain mengocok penisnya. Begitu sampai kami semua dapat
giliran.

Ketika tiba giliranku, aku mengocok penisnya kuat-kuat sampai dia orgasme.
Spermanya muncrat mengenai kami semua. Aku dan teman-teman segera
menjilati spermanya. Aku mengusapkan spermanya di putingku lalu aku suruh
teman yang lain menhisapnya. Vibratorku aku masukkan ke vaginanya. Teman
yang lain juga memasturbasi pasangannya. Desahan nikmat memenuhi siang
itu. Lalu aku orgasme dengan dahsyat. Teman cewekku juga orgasme. Lalu dia
memasukkan vibratornya ke vaginaku. Dia mengocoknya terus. Sampai aku
sudah orgasmepun dia tetap mengocoknya. Akhirnya aku sudah tidak kuat lagi
dan aku melepas vibrator dengan paksa.

Aku buka mata si cowok dan aku cium dia lalu aku antar pulang. Sepanjang
perjalanan di mobil, penisnya tetap dikocok oleh teman-temanku. Aku lihat
dia sudah orgasme 4x selama di jalan.

Sekian ceritaku. Sekali lagi ini bukan khayalan, tetapi ini nyata.



085664800001